MEDIA PEMBELAJARAN (Laporan Baca ke-3)
Nama: Nova Tania Sari
NIM: 11901110
Laporan Baca ke: 3
MEDIA PEMBELAJARAN
A. Pengertian media pembelajaran
Media merupakan bentuk jamak dari medium, yaitu medium atau pengantar komunikasi dari pengirim pesan ke penerima, media pada intinya adalah penyampai pesan dari komunikator ke komunikan, dan merupakan komponen komunikasi. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran terdiri dari lima komponen komunikasi yaitu materi pembelajaran dengan guru sebagai komunikator. Oleh karena itu media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk materi pembelajaran, yang dapat merangsang pemikiran dan perhatian emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran. Pada saat yang sama, menurut Edgar Dale yang dikutip oleh Oemar, pengalaman dan alat yang dibutuhkan untuk memperoleh pengalaman dari level tertentu akan naik ke level abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media berfungsi sebagai pembawa informasi, dari guru kepada penerimanya (yaitu siswa) sebagai sumber. Sedangkan metodenya adalah membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi untuk mencapai tujuannya.
Dalam kegiatan interaktif antara siswa dengan lingkungannya, fungsi media dapat ditentukan sesuai dengan keunggulan media dan kendala yang mungkin dihadapi dalam proses pembelajaran ... Kelebihan fungsi media adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan tetap berarti dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali objek atau menunjukkan peristiwa dengan fungsi ini, dapat menggambar, mengambil gambar, merekam, memotret dan memotret objek atau peristiwa, dan kemudian dapat menyimpannya dan menampilkannya bila diperlukan Dan mengamati kembali seperti acara aslinya.
2. Kemampuan manipulasi artinya media dapat menampilkan objek atau kejadian sesuai kebutuhan, dan melakukan berbagai perubahan atau manipulasi, seperti mengatur ukuran, kecepatan, dan warna serta bisa diulangi dalam penyajiannya.
3. Kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian dalam satu waktu, misalnya siaran TV atau radio.
Zakiah Daradjat mengemukakan bahwa media pendidikan adalah sumber belajar, dan juga dapat diartikan sebagai manusia atau benda atau peristiwa, sehingga memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan tentang keterampilan atau sikap (Zakiah Darajat, 1984: 80).
Arsyad membagi media pembelajaran menjadi 4 kategori berdasarkan teknologi, yaitu: media teknologi cetak, media teknologi audiovisual, teknologi berbasis komputer dan perpaduan antara teknologi percetakan dan komputer. Masing-masing kelompok media tersebut memiliki ciri khas dan berbeda satu sama lain.
a. Media Grafis
Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini menyampaikan pesan melalui simbol-simbol visual dan melibatkan rangsangan visual ke titik-titik karakteristiknya.Media ini dapat mengatasi batasan spasial dan temporal, serta dapat memperjelas tingkat usia problematis di setiap bidang permasalahan dan di mana tentunya murah.
b. Media Audio
Pada kelompok ini sifat jenis media berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan ke dalam simbol pendengaran (verbal dan / atau nonverbal) yang biasanya melibatkan rangsangan pada titik-titik pendengaran.Media audio memiliki ciri-ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu atau mobilitas dan jangkauannya yang luas dapat dengan senang hati merekam dan memutar pesan atau program, mengembangkan imajinasi dan merangsang partisipasi aktif mendengarkan, dan dapat mengatasi kekurangan guru. Metode komunikasi alami hanyalah salah satu cara. Metode, sangat cocok untuk mengajar musik dan Roman informasi bahasa dan pesan atau program yang terkait dengan jadwal siaran (tergantung pada jenis media siaran)
C. media proyeksi diam
Beberapa jenis media, termasuk kelompok ini, membutuhkan alat bantu seperti proyektor dalam penyajiannya. Terkadang media semacam ini hanya bisa disajikan dalam tampilan visual, atau diiringi dengan rekaman.
Terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruang gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara kelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan objek atau kejadian tertentu terutama pada jenis media film dan media film Lebih nyata bisa diulang-ulang, dihentikan dan lainnya menyesesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.
d. Media Permainan dan Simulasi
Ada beberapa istilah lain dalam kelompok media pembelajaran ini, seperti simulasi dan permainan peran atau simulasi. Kalaupun berbeda, semuanya bisa dikelompokkan dalam satu istilah, yaitu permainan. Ciri khas dari jenis media ini adalah memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses siswa.Peran guru tidak begitu jelas, tetapi yang paling menonjol adalah kegiatan interaktif antar siswa, dapat memberikan umpan balik langsung dan memungkinkan siswa konsep atau peran yang akan diubah Aplikasi Karena dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran dengan sedikit mengubah alat dan masalah, ia memiliki sifat yang sangat beragam. meskipun mampu meningkatkan kemampuan komunikatif belajar, mampu mengatasi keterbatasan pelajaran yang sulit belajar dengan metode tradisional dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak perspektif pendidikan Islam, alat pendidikan yang bersifat benda media tulis, seperti Alquran dan hadis alat pendidikan yang bersifat benda-benda seperti hewan manusia dan tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
B. Jenis alat / media pendidikan
Para ahli membagi alat atau media pendidikan menjadi dua bagian, yaitu alat pendidikan yang ditujukan pada kuantitas ciri-ciri material, yang badan utamanya praktis dan sederhana serta praktis, dan paling tidak memiliki nilai pendidikan, tetapi tidak ada alat pendidikan yang merusak.
2. fungsi dan manfaat media
Menurut penelitian Sudjana dan Rivai (2010: 6-7), manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran adalah: 1) Merangsang motivasi belajar siswa; 2) Membantu siswa memahami materi untuk mencapai sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai; 3) Menciptakan berbagai Metode, tidak hanya sekedar mendengarkan penjelasan guru atau metode ceramah; 4) Membantu siswa mengembangkan kegiatan berupa observasi, pelaksanaan, peragaan, dan latihan.
Adapun manfaat media untuk peserta didik yaitu 1) Meningkatkan semangat motivasi belajar peserta didik, 2) Mempermudah peserta didik untuk berpikir maupun beranalisis, 3) Meningkatkan dan memebrikan inovasi peserta didik untuk belajar, serta 4) Media pembelajaran bisa membuat peserta didik merasakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton.
Sutikno (2013), memaparkan beberapa fungsi media pembelajaran diantaranya adalah 1) mempercepat peserta didik dalam memahami proses pembelajaran; 2) menghilangkan rasa bosan dalam kelas ; 3) meningkatkan keefektifan belajar peserta didik; 4) menumbuhkan semangat dan motivasi peserta didik dalam Kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan beberapa pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manfaat dan fungsi media pembelajaran sangat beragam, yaitu bagi Pendidik dan peserta didik. Bagi pendidik media pembelajaran dapat membantu untuk menyampaikan materi pembelajaran. Bagi peserta didik media pembelajaran bermanfaat untuk mempermudah memahami materi yang disampaikan dan menumbuhkan motivasi dalam kegiatan pembelajaran.
3. Jenis Media Pembelajaran
Menurut Haryono (2015: 51-52) mengutarakan bahwa jenis media pembelajaran berdasarkan rancangannya terbagi menjadi dua yaitu:
1) Media yang dirancang (by design), merupakan media yang dirancang secara khusus untuk komponen pembelajaran yang terarah, terstruktur dan bersifat formal,
2) Media yang dimanfaatkan (by utilization), merupakan media yang digunakan untuk keperluan pembelajaran, dapat tersedia dimana saja dan tidak dirancang secara khusus, dalam keperluan proses pembelajaran.
Menurut Harjanto (2011: 237) media pembelajaran yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat jenis, antara lain:
1) Media grafis atau media dua dimensi, contohnya bagan, foto, poster, grafik dan lain-lain,
2) Media tiga dimensi yaitu media yang memiliki lebih dari dua sisi, Seperti pop up, mock up, diorama dan lain-lain,
3) Media proyeksi, contohnya slide, film, OHP dan lain-lain,
4) Lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Contohnya kebun binatang, kebun bunga dan lainnya.
Berdasarkan uraian diatas, jenis media pembelajaran terdapat media peneliti termasuk kedalam media tiga dimensi berbentuk media verbal yang bisa dipindah tempat dan Media yang dikembangkan cenderung berupa alat peraga yang dapat dimainkan oleh peserta didik.
4. Kriteria Media Pembelajaran
Falahudin (2014: 112-115) menguraikan kriteria media pembelajaran seperti berikut:
a. Tujuan penggunaan
Tujuan penggunaan media terletak pada perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik. Tujuan penggunaan media lainnya terletak pada kompetensi dasar, dan indikator yang ingin dicapai.
b. Sasaran pengguna media
Sasaran penggunaan media adalah peserta didik, jadi wajib mengetahui karakteristik peserta baik dari latar belakang social, bakat dan minatnya. Media harusnya sesuai dengan kondisi peserta didik.
c. Karakteristik media
Karakteristik media bisa dilihat dari kelemahan dan kelebihannya. Sebelum memutuskan untuk memilih media pembelajaran, ada baiknya membandingkan terlebih dahulu karakteristik media yang sesuai dengan peserta didik.
d. Waktu
Waktu dalam pembuatan media pembelajaran dan manajemen waktu tersedia pada saat kegiatan pembelajaran. Percuma saja jika hanya memilih media yang sesuai dengan karakteristik, tetapi tidak ada waktu untuk mengaplikasikannya.
e. Biaya Faktor biaya saat diperhatikan, karena media pembelajaran yang baik belum tentu efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran jika dibandingkan dengan media yang murah dan sederhana.
f. Ketersediaan
Adanya Ketersediaan media pada kelas tersebut apakah sudah ada atau belum media yang dikembangkan, sehingga peneliti dapat mengambil keputusan media tersebut perlu dikembangkan atau tidak.
Sudjana (2010: 4) mengatakan bahwa konsep-konsep yang penting diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan, Artinya yaitu media pembelajaran digunakan harus sesuai dengan kompetensi dasar, indikator yang ingin dicapai dan tujuan intruksional yang ditetapkan.
b. Mendukung isi materi pembelajaran Media yang digunakan dalam pembelajaran mesti sesuai dengan materi yang disampaikan oleh pendidik. Materi yang sifatnya real, prinsip dan konsep sangat memerlukan media agara peserta didik lebih mudah memahami.
c. Kemudahan dalam memperoleh media pembelajaran Media pembelajaran yang akan digunakan harusnya mudah didapat oleh pendidik atau mudah dibuat oleh pendidik sendiri pada saat kegiatan pembelajaran. Media yang mudah dibuat berbentuk grafis dan tidak memerlukan biaya mahal.
d. Keterampilan guru dalam menggunakannya
Syarat penting dalam memilih media adalah pendidik harus bisa menggunakannya, agar pembelajaran mengalami peningkatan kualitas. Sebaik apapun media yang digunakan jika pendidik tidak bisa mengaplikasikannya tidak akan ada gunanya.
e. Tersedia waktu untuk menggunakannya Penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar perlu mementingkan waktu dalam proses pembelajaran. Baik waktu dalam membuat media maupun waktu yang tersedia dalam menggunakan media pada saat pembelajaran.
f. Sesuai dengan karakteristik peserta didik
Media yang digunakan pendidik harus memperhatikan kemampuan tingkat berpikir dari peserta didik, agar media yang ada bisa membantu peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.
📚 Sumber Baca:
Ramayulis. (2015). "Dasar-Dasar
Kependidikan". Jakarta: Kalam Mulia
http://eprints.umm.ac.id/38064/3/BAB%20II.pdf
Komentar
Posting Komentar