MANAJEMEN KELAS (laporan ke 4)
Nama: Nova Tania Sari
NIM: 11901110
Kelas: PAI 4C
MANAJEMEN KELAS
Ruang lingkup manajemen kelas meliputi:
Kegiatan akademik berupa perencanaan, Pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, serta berupa kegiatan administrasi, antara lain: Prosedur dan kegiatan organisasi, misalnya, Penataan ruangan, pengelompokan siswa
Pembagian tugas, pelaksanaan disiplin kelas, Mengelola tes, mengatur kursus,
Catatan dan laporan kelas. Dengan manajemen kelas ini maka Siswa akan termotivasi untuk belajar Terutama pengelolaan suasana kelas Terutama modal penting Bersikaplah jernih dalam pelajaran berikutnya, Membuat anak merasa nyaman dan Bergairah. Belajar dengan pendidikan Suasana religi dan menyenangkan yang kondusif untuk Islam Cenderung santai, akan bisa
Mendorong perkembangan siswa
Ciptakan potensi.
A. Manajemen Kelas
Manajemen adalah arti
Dari kata "pengelolaan". Karena ekstasi
Pesatnya kenaikan dalam bahasa Indonesia, kemudian istilah bahasa InggrisKemudian Indonesianisasi menjadi"manajemen". Arti dari manajemen adalahManajemen, administrasi, manajemenPenggunaan sumber daya yang efektifMencapai tujuan atau tujuan yang diinginkan.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa manajemenAtau manajemen bersifat administratif atau Manajemen sehingga hal-hal yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Pengajaran internal Mengandung hakKelas, yaitu sekelompok siswa pada suatu waktu Pelajaran yang sama
Guru yang sama. Dan kelas didasarkan padaPemahaman umum dapat dibagi menjadi dua jenis: Lihat, yaitu dari fisik dan Sudut pandang siswa.
Dr. Hadari Nawawi menyatakan
Manajemen kelas didefinisikan sebagai
Kemampuan guru atau wali kelas
Sadari potensi kelas berikan kesempatan seluas-luasnya Lakukan untuk semua orang Kegiatan kreatif dan terarah, Sehingga waktu dan dana tersedia efektif digunakan untuk eksekusi Kegiatan kelas terkait
Kurikulum dan pengembangan siswa. Dari Uraian di atas sangat jelas, rencana pelajaran akan Menjadi guru/guru
Sadari potensi penuh Anda Sebuah kelas terdiri dari tiga unsur, yaitu; guru,
Siswa, dan proses atau dinamika kelas.
Dr Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan "manajemen kelas adalah"Berusahalah untuk menggunakan potensi kelas
Ini adalah dukungan terbaik yang mungkin Proses interaksi pendidikan untuk mencapai tujuan Belajar. "pendidikan sekolah dari beberapa pendapat para ahli di atas, dan masih banyak pendapat lainnya, maka dapat disimpulkan Manajemen kelas adalah manajemen yang sulit Para siswa di kelas adalah buat dan pertahankan
Suasana/kondisi kelas yang mendukung
Dengan membuat rencana pengajaran
Dan membuat siswa termotivasi
Selalu berpartisipasi dan berpartisipasi
Proses pendidikan di sekolah satu jenis.
a. Manusia (man)
Dalam metode ekonomi, sumber
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi selain tanah, modal dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia
Faktor produksi lainnya. Manusia adalah elemennya Manajemen penting untuk implementasi tujuan perusahaan.
b. uaang (money)
teluk Perusahaan selalu membutuhkan uang, mulai dari berdirinya perusahaan
Manajemen lisensi pengembangan
Gedung Pengadaan Material Bahan baku dan transportasi.
C. Bahan mentah
Perusahaan umumnya tidak Menghasilkan bahan baku sendiri
Butuh, tapi dari pihak lain. Untuk tujuan ini, manajer perusahaan Mencoba mendapatkan bahan mentah dengan harga termurah, dan Gunakan transportasi yang murah dan aman.
d.Mesin
Mesin ikut bermain Setelah penting dalam proses produksi Revolusi Industri dan begitu banyak penemuan mesin uap Pekerjaan manusia digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang pesat, Menyebabkan peningkatan penggunaan mesin menonjol. Ini karena banyak mesin Mesin baru ditemukan oleh para ahliDengan demikian meningkat menghasilkan.
e. Metode
kerja yang sesuai dengan kebutuhan Anda struktur organisasi, persyaratan kepemimpinan perusahaan Bantuan ahli. Lakukan ini karena Merumuskan cara kerja dan mekanisme kerja, dan prosedur kerja sangat berguna
f. Market ( Pasar)
Pasar adalah tempat kita
memasarkan setiap produk yang telah diproduksi sebelumnya. Eksistensi pasar sangat penting dalam suatu perusahaan. Pasar sama halnya dengan masyarakat (pelanggan) itu sendiri. Tanpa adanya keberadaan pasar
perusahaan dipastikan akan mengalami
kebangkrutan. Jadi perusahaan memikirkan manajemen pasar (pemasaran) dengan baik untuk menstabilkan perusahaan mereka.
Apabila manajemen pasar (pemasaran) baik dan didukung oleh pasar yang tepat, produksi atau distribusi produk akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang telah diharapkan.
g. Information (Informsi)
informasi Pasti sangat dibutuhkan
dalam suatu perusahaan. Informasi tentang apa yang sedang trending, apa yang sedang diminati, apa yang sedang menjadi perbincangan di masyarakat, dsb. Adanya Manajemen informasi juga sangat penting juga dalam analisis produk yang telah dan akan dipasarkan.
Unsur-unsur manajemen tersebut Cenderung dikenal dengan istilah 6 M + I , yaitu man, money, material, machine, method, market dan information. Setiap unsur tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing. Tidak akan berjalan baik manajemen tanpa ketujuh unsur tersebut.
Unsur- unsur pengelolaan kelas meliputi:
1. Preventif,
Preventif merupakan usaha yang dilakukan oleh seorang guru untuk menghindari terjadinya berbagai gangguan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa keterampilan atau upaya yang harus dikuasai oleh
seorang guru agar mendukung terhadap tindakan preventis antara lain :
a) Tanggap / peka.
sikap tanggap tersebut
ditunjukkan oleh kemampuan guru secara awal mampu dengan segera merespon dengan cepat terhadap berbagai prilaku atau aktivitas yang berindikasi akan mengganggu
pembelajaran ataupun berkembangnya sikap-sikap dan sifat negatif dari siswa maupun di lingkungan pembelajaran lainnya.
b) Perhatian
Perhatian adalah selalu mencurahkan
perhatian pada berbagai kegiatan atau aktivitas, lingkungan atau segala sesuatu yang muncul dan terjadi. Perhatian merupakan salah satu
bentuk keterampilan dan kebiasaan yang penting dimiliki oleh guru.
2. Refrensif,
keterampilan refrensif bukanlah sebagai tindakan kekerasan sama halnya trobosan atau penanganan dalam sebuah gangguan keamanan. Keterampilan refrensif merupakan salah satu unsur dalam keterampilan pengelolaan kelas yang harus dimiliki guru.
3. Modifikasi Tingkah laku, yaitu bahwa setiap tingkah laku bisa diamati.
a) Pengelolaan kelompok, diupayakan untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara penggabungan dan melibatkan beberapa komponen atau unsur yang berkaitan.
b) Diagnosis yang merupakan suatu keterampilan untuk mencari setiap unsur-unsur yang akan menjadi sebab dari gangguan maupun unsur-unsur yang menjadi power meningkatnya proses pembelajaran yang dilaksanKan
C. Fungsi Manajemen Kelas
Fungsi manajemen ialah sebagai
Sarana bagi perserta didik untuk
mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin, baik yang berkaitan dengan segi-segi potensi peserta didik dan yang lainnya. Agar fungsi dari
manajemen peserta didik dapat dicapai, berikut beberapa fungsi manajemen kelas tersebut yang meliputi:
1) Memberi pemahaman yang jelas kepada guru Mengenai tujuan pendidikan sekolah dan
hubungannya dengan pengajaran yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2) Membantu guru untuk memperjelas pemikiran tentang sumbangsih terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional.
3) Menambahkan kemampuan guru terhadap setiap nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur Dipakai.
4) Membantu guru dalam mengenal kebutuhan-kebutuhan peserta didik, minat-minatnya, dan menumbuhkan motivasi belajar.
5) Mengurangi kegiatan yang bersifat trial and error dalam KBM dengan adanya organisasi kurikulum yang baik, metode yang tepat dan efisiensi waktu.
6) Murid-murid akan menghormati guru yang dengan serius mempersiapkan diri untuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan ekspektasi mereka.
7) Memberikan kesempatan pada guru-guru untuk menunjukkan pribadinya dan
Mengembangkan keprofesionalnya.
8) Membantu guru memiliki tingkat percaya pada diri yang tinggi dan menjamin atas diri sendiri.
9) Membantu guru memelihara mood
mengajar serta senantiasa memberikan
bahan ajar yang up to date kepada
murid.
D. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen kelas memanage
kegiatan murid supaya berbagai kegiatan tersebut untuk menjadikan lebih baik proses pembelajaran di sekolah. Selanjutnya, kegiatan pembelajaran di lembaga
tersebut (sekolah) dapat berjalan dengan lancar, teratur dan tertib sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi pencapaian tujuan dari sekolah dan tujuan dari pendidikan secara menyeluruh.
Adapun tujuan dari manajemen kelas
adalah sebagai berikut :
a. Agar pengajaran bisa dilaksanakan secara maksimal, sehingga tujuan pembelajran dapat digapai dengan efektif dan efisien.
b. Agar memberikan kemudahan guru usaha melihat kemajuan siswa di pelajarannya. Dengan manajemen kelas diharapkan guru lebih mudah untuk melihat serta mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang diperoleh siswa, terutama siswa yang tergolong sulit.
c. Agar memberi kemudahan dalam
mengangkat setiap masalah-masalah perlu untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa yang akan mendatang. Jadi, Manajemen keLas diperuntukkan untuk menciptakan suatu kondisi di dalam kelompok kelas yang merupakan lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa melakukan hal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Sedangkan tujuan manajemen kelas khusus dibagi
menjadi dua yakni tujuan yang diperuntukkan siswa dan untuk guru.
F. Pendekatan dalam Manajemen Kelas
a. Pendekatan Manajerial
Dalam pendekatan ini, dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
1. Kontrol Otoriter
Dalam menegakkan disiplin kelas guru
harus bersikap keras, jika perlu dengan
hukuman-hukuman yang berat. Menurut
2. Kebebasan Liberal
Menurut konsep ini, siswa diberi
kebebasan penuh untuk melakukan kegiatan apapun yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dengan cara ini, aktivitas dan kreativitas anak akan mengalami perkembangan. Namun, seringnya pemberian kebebasan kepada murid, mengakibatkan terjadinya keriwehan atau kericuhan di kelas karena kebebasan yang didapat diselewengkan.
3. Kebebasan Terbimbing
Konsep ini Adalah perpaduan antara kontrol otoriter dan kontrol kebebasan liberal. Pada kontrol ini siswa diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas, namun tetap dibimbing atau terkontrol. Di lain pihak siswa diberi kebebasan dengan hak asasinya, dan di satu pihak siswa harus menghindari perilaku-perilaku negatif sebagai akibat menyalahgunakan kebebasan.
b. Pendekatan Psikologis
dimaksud antara lain sebagai berikut :
1. Pendekatan Modifikasi Tingkah Laku
(Behavior-Modification)
Pendekatan ini berdasarkan
psikologi behavioristik, yang menyatakan pendapat :
a) Segala tingkah laku adalah hasil proses belajar.
b) Ada sebagian proses psikologi
penting yang dapat digunakan untuk
menjelaskan terjadinya proses belajar
c. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional
Pendekatan ini berdasarkan psikologi
klinis dan konseling yang Menyatakan :
1) Proses belajar mengajar yang efektif
mempersyaratkan keadaan sosio-
emosional antar warga sekolah.
2) Guru adalah komponen terpenting bagi terbentuknya sosio-emosional yang baik.
d. Pendekatan Proses Kelompok (Group
Process)
Pendekatan yang berdasarkan pada
psikologi klinis dan dinamika kelompok. anggapan dari pendekatan ini Adalah :
1) Pengalaman belajar sekolah terjadi dalam kelompok sosial.
2) Tugas utama guru dalam Manajemen Kelas adalah membimbing kelompok yang produktif dan efektif.
e. Pendekatan Elektif
2. Penerapan Manajemen Kelas
Peran dan tugas guru dalam
Penerapan pengelolaan kegiatan belajar mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002), yakni sebagai berikut:
a. Perencanaan
1) Menentukan apa, kapan dan bagaimana cara melakukan.
2) Membatasi sasaran dan menetapkan
pelaksanaan kerja dengan target.
3) Menumbuhkan alternatif-alternatif
tindakan
4) Mengumpulkan dan menganalisis
informasi
5) Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan
b. Pengorganisasian
1) Menyediakan fasilitas,
2) Mengelompokkan kelompok kerja.
3) Membentuk struktur dan wewenang koordinasi
4) menetapkan latihan dan pendidikan tenaga dan sumber yang diperlukan
c. Pengarahan
1) Menyusun, Memperkarsa dan menampilkan, pelaksanaan, Mengeluarkan instruksi-instruksi yang
spesifik.
2.. Membimbing, memotivasi dan melakukan supervise
d. Pengawasan
1) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
2) Melaporkan kecurangan dan
merumuskan serta menyusun standar-
standar tindakan Evaluasi
3) Menilai pekerjaan dan melakukan
tindakan koreksi terhadap penyimpangan
penyimpangan
.
Komentar
Posting Komentar