PERANGKAT PEMBELAJARAN (laporan baca ke-5)
Nama: Nova Tania Sari
NIM: 11901110
Kelas: PAI 4 C
Laporan Baca: 4
__PERANGKAT PEMBELAJARAN__
A. Pengertian perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran adalah rencana yang digunakanDalam proses belajar. Oleh karena itu, Kunandar (2014:6) menjelaskan, “Setiap guru pada suatu satuan pendidikan berkewajiban untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat terjadi.Interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Partisipasi aktif". Perangkat pembelajaran memegang peranan penting bagi guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran diperlukan pembelajaran
Pengelolaan proses belajar mengajar dapat berupa: silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LAS). Peralatan yang digunakan dalam proses pembelajaran disebutPelajari medianya.
Ibrahim (dalam Trianto, 2007: 68) menjelaskan bahwa “perangkat pembelajaran yang dibutuhkan dalam pengelolaan kegiatan belajar
mengajar berupa silabus, RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) / (LAS), Instrumen penilaian/Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta Media Alat Peraga pembelajaran”. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu kegiatan pembelajaran.
B. Perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran
1. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk materi pembelajaran setiap mata pelajaran. Silabus adalah satu set
Tentang perencanaan dan penyusunan pengembangan kurikulum, meliputi identifikasi mata pelajaran, standar kompetensi (SK) dan kemampuan dasar (KD), indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu, sumber belajar dan penilaian. Silabus yang digunakan peneliti adalah silabus yang disusun oleh Kementerian Pendidikan.
Menurut Cunandar (2014: 4)
Silabus harus mencakup setidaknya:
satu jenis. Identifikasi mata pelajaran (khususnya SMP/MTS/SMPLB/Paket B dan pekerjaan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C);
Logo sekolah mencantumkan nama satuan pendidikan dan nama kelas;
C. Daya saing inti benar
Kemampuan dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan Siswa harus tingkat sekolah, kelas dan subyek;
d. Konsisten, berarti adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi
dasar (KD), indikator pembelajaran, bahasan/materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber
belajar, juga sistem penilaian.
e. Memadai, artinya keseluruhan indikator, materi pembelajaran, sumber belajar, Pengalaman belajar dan sistem penilaian cukup untuk mendukung
pencapaian dari kompetensi dasar (KD).
f. Aktual dan Kontekstual, artinya cakupan indikator, materi pokok,
pengelaman belajar, sumber belajar, dan sistem penialain melihat perkembangan ilmu, teknologi, seni mutakhir dalam Realita, dan peristiwa yang terjadi.
g. Fleksibel, artinya semua komponen silabus dapat memenuhi kebutuhan keragaman peserta didik, pendidik, serta Segala perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan dari masyarakat.
h. Menyeluruh, artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah
kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor) sebagaimana yang
dikemukakan oleh Bloom.
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Hanya dengan harapan kita bisa belajar secara efektif Pengalaman yang bermakna dan relevan akan menjadi
di kelas. Tidak ada keraguan bahwa pembelajaran yang efektif hanya
Hal ini dapat ditemukan dalam perencanaan yang baik. Perencanaan acara Pembelajaran dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana singkat untuk memperkirakan semua Kegiatan yang akan dilakukan siswa dan guru dalam acara tersebut Belajar. Setelah garis besar disusun, guru bersiap untuk mempelajari rencana pelaksanaan (RPP). Sesuai Permendikbud No. 65 Tahun 2013.
Kunandar (2014: 5) menyatakan tentang standar proses pendidikan RPP SD dan SMP Merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk rapat atau Lebih lanjut, struktur RPP membuat proses pembelajaran berjalan lancar dan memperoleh kemampuan yang dibutuhkan. Maka dari itu, berdasarkan
Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 (2016: 6-9), dalam menyusun RPP
Harus memperhatikan prinsip-prinsip.
Prinsip Penyusunan RPP
1) Setiap RPP seluruhnya mencakup KD, sikap spiritual/keagamaan (KD dari KI-1), sikap sosial (KD dari KI-2), pengetahuan/kognitif (KD dari KI-3),
dan keterampilan/psikomotor (KD dari KI-4).
2) Satu RPP tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, artinya boleh lebih.
3) Memperhatikan perbedaan karakteristik peserta didik yang berasal dari latar belakang yang berbeda.
4) RPP disusun dengan melihat perbedaan kemampuan awal,
tingkat intelektual, minat, motivasi, bakat, potensi, belajar, sosial, gaya belajar, emosi, latar belakang budaya, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, lingkungan peserta didik, norma dan nilai.
5) berpaku pada peserta didik
6) Proses pembelajaran didesain dengan berpusat pada peserta didik
Agar mendorong minat, motivasi, inspirasi, kreativitas, inisiatif, semangat belajar, dan kemandirian menggunakan pendekatan saintifik Yang meliputi menanya, mengamati, mengumpulkan informasi, mengomunikasikan dan menalar/mengasosiasi
7) Berbasis konteks
8) kegiatan belajar yang menjadikan sumber belajar dari lingkungan sekitarnya.
9) Berorientasi up to date
10) Pembelajaran yang mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK), dan nilai-nilai karakter pada masa kini.
11) Mengembangkan kemandirian dalam belajar
12) Pembelajaran memberikan fasilitas kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri.
13) Memberikan feedback dan kelanjutan dalam pembelajaran
14) RPP membuat rancangan program pemberian feedback yang positif, pengayaan, penguatan dan perbaikan/remedi.
15) Relevan pada keterpaduan antara kompetensi dan/atau antarmuatan
16) RPP disusun dengan meninjau relevansi dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian/evaluasi, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP dirancang dengan memperhatikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, keragaman budaya dan lintas aspek belajar.
17) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (IPTEK).
18) RPP yang disusun harus mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi, sesuai dengan situasi dan kondisi.
a. Langkah penyusunan RPP
Langkah-langkah persiapan RPP antara lain:
1) Tinjau garis besar
Silabus penelitian meliputi: (a) KI dan KD, (b) materi pembelajaran;
(d) Proses pembelajaran; (e) Penilaian pembelajaran; (f) Tugas
Waktu (g) Sumber belajar.
2) Menyusun indikator pencapaian KD pada KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4;
3) Bahan ajar dapat berasal dari buku teks dan buku
Panduan guru, sumber belajar lain dan materi berupa muatan lokal
Saat ini, lingkungan belajar dari lingkungan sekitar
Dikelompokkan ke dalam materi pembelajaran reguler,
Pengayaan dan pemulihan;
4) Deskripsi kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam silabus
Bentuk yang lebih operasional dalam bentuk metode ilmiah yang diadaptasi
Kondisi dengan siswa dan satuan pendidikan, termasuk
Penggunaan media, alat, bahan dan sumber belajar;
5) Menentukan alokasi waktu untuk setiap pertemuan sesuai dengan alokasinya
Waktu yang digariskan kemudian dibagi menjadi kegiatan pendahuluan,
inti dan penutup;
6) Pengembangan evaluasi pembelajaran melalui cara menentukan
Teknik, lingkup, dan instrumen evaluasi, serta membuat pedoman Dalam memberikan skor;
7) Menentukan strategi pembelajaran perbaikan atau remedial secepat mungkin setelah dilakukannya evaluasi; dan
8) pendidik harus menentukan media, bahan, alat dan sumber belajar disesuaikan dengan apa yang telah ditetapkan dalam penjabaran proses pembelajaran.
b. langkah-langkah pengembangan RPP
Di dalam RPP ada tahap pelaksanaan pembelajaran yang mencakup:
1) Kegiatan Pendahuluan
Yang dilakukan guru dalam kegiatan pendahuluan:
a. Mengondisikan suasana kelas agar kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan;
b. Mendiskusikan atau meriview kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan untuk kedepannya;
c. Memberikan pemahaman kompetensi yang akan dicapai serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan suatu proses pembelajaran dalam mencapai
kompetensi, yang dilakukan secara inspiratif, interaktif, tidak monoton,
Memberikan tantangan, serta memotivasi peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Guru memberikan fasilitas pada peserta didik untuk melakukan suatu proses mengamati, menanya, mengumpulkan menalar/mengasosiasi informasi mencoba, menelaah dan mengomunikasikan. Pada setiap kegiatan guru harus selalu memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 diantaranya
Mempercayai dan mensyukuri karunia Tuhan, teliti, jujur, toleransi, kerja sama, disiplin, menaati peraturan, bisa menghargai pendapat orang lain yang telah tercantum dalam silabus dan
RPP.
3) Kegiatan Penutup
Dalam Kegiatan penutup/akhr terdiri atas:
a) Membuat simpulan/rangkuman pelajaran
b) Memberikan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan
c) Melakukan evaluasi/penilaian
d) Menyampaikan rencana dan kompetensi pembelajaran pada pertemuan yang akan datang.
3. Lembar Aktivitas Siswa (LAS)
Lembar aktivitas siswa (LAS) merupakan arti lain dari Lembar kegiatan siswa (LKS). Istilah LKS digunakan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) sedangkan untuk kurikulum 2013 menggunakan istilah Lembar Aktivitas Siswa (LAS).
Namun pada kenyataannya, LKS ataupun LAS sama saja fungsinya yaitu sebagai panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep dan pengetahuan baru. Lembar aktivitas siswa berisi teori ringkas, contoh soal dan soal-soal essay
atau multiple choise.
Menurut Trianto (2012: 111)
Lembar Kegiatan Siswa merupakan panduan bagi siswa digunakan untuk
melakukan kegiatan pembelajaran, penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS mencakup
Semua kegiatan mendasar yang harus dilakukan siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam rangka memgembangkan kemampuan
dasar yang menyesuaikan indikator pencapaian hasil dari kegiatan belajar yang harus ditempuh.
Jadi, kesimpulannya adalah LKS/LAS merupakan panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk dalam pemecahan masalahnya. LAS juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep atau
pengetahuan baru yang pastinya juga akan dibimbing oleh guru.
Menurut Depdiknas (dalam Nashirotun dan Suci, 2015: 3)
Bahwa komponen isi, bahasa, penyajian, kegrafikan masing-masing
mempunyai subkomponen sebagai berikut:
1). Komponen isi
Aspek yang harus dipenuhi dari komponen isi yaitu sesuai dengan
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, sesuai dengan
perkembangan anak, sesuai dengan kebutuhan bahan ajar, substansi
materi pelajaran, bermanfaat untuk menambah wawasan, dan sesuai
dengan nilai moral dan nilai sosial.
2). Komponen kebahasaan
Aspek yang harus dipenuhi dari kebahasaan yaitu keterbacaan,
informasi jelas, sesuai Bahasa Indonesia yang baik, dan menggunakan
bahasa yang jelas dan singkat.
3). Komponen penyajian
Aspek yang harus dipenuhi dari komponen penyajian yaitu tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai, urutan penyajian, memberikan
motivasi dan daya tarik, interaksi (pemberian stimulus dan respon),
dan informasi lengkap.
4). Komponen kegrafikan
Aspek yang harus dipenuhi dari komponen kegrafikan yaitu
menggunakan font, jenis dan ukuran yang sesuai, tata letak, ilustrasi,
gambar atau foto, dan sesaian tampilan.
4. Penilaian
Menurut Kunandar (2014: 35), “evaluasi adalah sebuah proses”Kumpulkan semua jenis data yang dapat memberikan gambaran perkembangan
Belajar dari siswa”. Evaluasi hasil belajar siswa merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan mengajar. Melalui evaluasi hasil belajar, dapat diketahui bahwa siswa telah menguasai kemampuan atau materi yang diajarkan oleh guru sampai tingkat sukses. Kurikulum 2013 menekankan pada pergeseran penilaian
Lulus tes (hanya mengukur kemampuan berdasarkan hasil) dan melakukan evaluasi nyata (mengukur sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Dalam penelitian ini penilaian sikap dilakukan selama proses pengajaran, dan penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan dilakukan setelah menyelesaikan LAS yang diberikan oleh guru.
Komentar
Posting Komentar