STRATEGI PEMBELAJARAN (Laporan baca ke-6)
Nama: Nova Tania Sari
NIM: 11901110
Makul: Magang 1
Laporan baca ke: 6
STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Strategi Pembelajaran
strategi berasal dari bahasa Latin, yakni ‘strategia’ yang memiliki arti seni penggunaan untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. (Al Muchtar, dkk., 2007: 1.2)
Secara umum, strategi adalah alat, rencana, atau Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas (Beckman,
2004: 1). Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan dengan metode
Menyediakan materi di lingkungan belajar. strategi Belajar juga dapat dijelaskan sebagai mode aktivitas belajar Dipilih dan digunakan dalam konteks oleh guru sesuai dengan karakteristiknya Siswa, kondisi sekolah, lingkungan sekitar dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran terdiri dari metode, teknik dan prosedur untuk memastikan bahwa siswa benar-benar mencapai tujuan belajarnya. Istilah metode dan teknologi sering digunakan secara bergantian (Al Muchtar, et al., 2007: 1.3).
Untuk itu strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan agar diperoleh langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien (Gerlach dan Ely).
Menurut Miarso (2005), strategi pembelajaran adalah metode pembelajaran yang menyeluruh dalam suatu sistem pembelajaran, berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum. Pelajari, jelaskan dari perspektif filosofis atau teoretis Penelitian tertentu. Seels dan Richey (1994: 31) menunjukkan strategi ini Belajar adalah rincian seleksi, urutan peristiwa dan Kegiatan belajar, termasuk metode, teknik dan prosedur, memungkinkan siswa untuk Pencapaian tujuan Dari kendala-kendala tersebut dapat dipahami bahwa strategi pembelajaran adalah metode pembelajaran yang komprehensif yang mengelola kegiatan pembelajaran dan menyampaikan tema secara holistik.
Secara sistematis mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
Tentukan secara efektif dan efisien.
Menurut strategi Romiszowsky (1981) dalam konteks kegiatan belajar
Mengandung makna yaitu mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dengan cara memilih metode-metode yang dapat mengembangkan kegiatan belajar peserta didik untuk lebih aktif. Pendapat yang hampir sama dikemukakan. Dick dan Carey (1978: 106) Yang mengajar dan mempelajari strategi termasuk bertujuan untuk menciptakan Suatu bentuk pembelajaran dengan kondisi tertentu untuk membantu Proses belajar siswa. Meskipun Semiawan (1996) berpendapat dari segi proses belajar, strategi belajar mengajar adalah
Ciptakan kondisi untuk memandu proses siswa Pelajari siswa lebih aktif.
Hamzah b. Uno (2009:3) menyatakan bahwa Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan direncanakan oleh penididk untuk memilih kegiatan belajar yang akan digunakan untuk proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan denganprrtimbangan situasi, kondisi, sumber belajar, apa yang diperlukan dan karakteristik dari peserta didik yang dihadapi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu sesuai dengan harapan.
Rusyan (1992) menyatakan, bahwa strategi umumnya dapat diartikan sebagai garis besar atau rencana besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telahditentukan. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Djamarah (2002). bahwa secara umum strategi memiliki definisi suatu garis-garis atau komponen besar haluan untuk mengambil tindakan dalam usaha memperoleh tujuan yang telah ditetapkan.
Sementara itu Made wena(2009:5) mengklasifikasikan nahwa strategi pembelajaran menjadi tiga yaitu
a. strategi pengorganisasian (organizational strategy),
b. strategi penyampaian (delivery strategy), dan
c. strategi pengelolaan (management strategy).
a.Strategi pengorganisasian adalah cara untuk menyusun isi suatu bidang studi, kegiatan ini juga berkaitan dengan tindakan pemilihan atau menentukan isi/materi, penataan isi, membuat diagram, formatnya dan sebagainya.
b.Strategi penyampaian itu sendiri meruupakan cara untuk menyampaikan materi pembelajaran pada peserta didik dan/atau untuk menerima dan merespons masukan atau kritikan dari dari siswa
c. Strategi pengelolaan pembelajaran berkaitan dengan penentuan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian yang akan digunakan dalam proses pembelajaran dilaksanakan. Strategi pengelolaan pembelajaran meliputi penjadwalan, membuat catatan, tujuan belajar, serta motivasi.
Menurut Romiszowsky, setiap strategi pembelajaran memiliki (1981:294) harus selalu mencerminkan posisi teoretis, yaitu Bagaimana cara belajar. Oleh karena itu, Hamalika (1993: 2) Definisikan strategi belajar-mengajar sebagai suatu sistem Suatu sistem yang komprehensif terdiri dari beberapa komponen, yaitu: Input, komponen proses dan komponen produk product
(Keluaran). Salusu (1996:101) berpendapat bahwa strategi merupakan suatu seni menggunakan keahlian dan sumber daya untuk memperloleh tujuannyabmelalui interaksi yang efektif dengan lingkungan dan kondisi yang lebih menguntungkan.
Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan semua yang mencakup pola umum kegiatan pendidik dengan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien demi mencapai tujuan. Secara efektif dan efisien dibentuk dari gabungan antara alur kegiatan, metode, media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran, serta alokasi waktu yang digunakan pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
B. Komponen-Komponen Strategi Pembelajaran Dick dan Carey (1996: 184) Tekankan bahwa strategi pembelajaran memiliki 5 komponen, yaitu kegiatan pembelajaran awal, Memberikan informasi, partisipasi siswa, pengujian dan kegiatan tindak lanjut. Salah satunya adalah kegiatan pembelajaran awal.
1) Kegiatan belajar Pendahuluan memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. di Dalam kegiatan ini, pendidik berharap dapat menarik minat siswa untuk Materi yang akan disampaikan. Kegiatan pendahuluan yang disajikan dengan cara yang menyenangkan akan mampu memotivasi siswa Pembelajaran Kegiatan pembelajaran awal dapat diselesaikan dengan teknik-teknik berikut ini.
a. Jelaskan tujuan pembelajaran yang diharapkan Semua siswa pada akhir kegiatan pembelajaran.
b. Rasa dalam bentuk kegiatan Pengetahuan lama dan pengetahuan baru untuk dipelajari.
2) transmisi informasi. Dalam kegiatan ini guru akan Mendefinisikan secara tepat informasi, konsep, aturan, dan prinsip-prinsip apa yang harus diberikan kepada peserta didik. Ini penjelasan utamanya main Tentang semua materi pembelajaran. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mentransfer informasi, yaitu urutan, ruang lingkup, dan jenis bahan.
3) partisipasi siswa. Partisipasi siswa itu penting
Dalam proses belajar. Proses belajar akan lebih berhasil Jika siswa aktif melakukan latihan yang berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Nurani, dkk., 2003: 1.11)
4) Partisipasi siswa. satu jenis. Praktek dan praktek harus dilakukan setelah memberikan siswa Informasi tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Umpan balik. Setelah siswa menunjukkan perilaku Sebagai hasil dari pembelajaran mereka, guru memberikan umpan balik
Kembali ke prestasi belajar
4) ujian. Biasanya ada dua jenis tes atau evaluasi
Sebagian besar pendidik yaitu pre-test dan post-test (Al Muchtar, 2007:
2.8).
Biasanya, pendidik menggunakan tes untuk menentukan Apakah tujuan pembelajaran tertentu telah tercapai, dan apakah pengetahuan telah dikuasai,
Keterampilan dan sikap sebenarnya dimiliki oleh siswa atau belum. Pelaksanaan tes biasanya dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran
Setelah siswa melalui berbagai proses pembelajaran, jelaskan Tujuan di awal kegiatan pembelajaran, disampaikan dalam bentuk informasi Materi pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan tes juga Siswa melakukan latihan atau latihan (Conscience et al. 2003: 1.12).
5) adalah kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut atau tindak lanjut kegiatan
Prinsip ini berkaitan dengan hasil tes yang telah dilakukan. karena Kegiatan tindak lanjut pada hakikatnya adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar
Siswa (Winaputra, 2001:3.43). Adapun kegiatan tersebut Dapat mengoptimalkan hasil belajar siswa Yang lainnya adalah sebagai berikut.
a. Berikan tugas atau latihan yang harus diselesaikan di rumah;
b. Memberikan kembali materi pelajaran yang dianggap sukar oleh peserta didik;
c. Membacakan materi pembelajaran tertentu;
d. Memberikan support dan bimbingan dalam belajar.
C. Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran
Menurut Sanjaya ( 2006: 129-131),
Empat prinsip umum yang harus diperhatikan oleh pendidik:
Penggunaan strategi pembelajaran, yaitu:
1. Berorientasi pada tujuan. Dalam sistem pembelajaran, tujuannya adalah
Bahan utama. Semua kegiatan pendidik dan peserta didik, Harus berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
Karena keberhasilan strategi pembelajaran dapat diturunkan dari
Siswa berhasil mencapai tujuan belajar mereka;
2. Kegiatan. Belajar bukan sekedar mengingat beberapa fakta atau informasi, tetapi melakukannya sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan memperoleh pengalaman tertentu. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus mampu mendorong aktivitas siswa, termasuk aktivitas fisik dan aktivitas fisik. Bersifat spiritual, seperti aktivitas mental;
Pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik akan menunjukkan perbedaan
Variasi. Perubahan ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam realisasi setiap kegiatan, Belajar menunjukkan proses yang berbeda.
1. Komponen pengantar
Komponen ini merupakan kegiatan belajar yang berupa Menumbuhkan motivasi, menginformasikan dan memahami tujuan dan kegiatan pembelajaran untuk mengarahkan perhatian siswa Sesuai Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Kegiatan Awal Guru dapat melakukan beberapa kegiatan berikut. satu jenis. siap Secara psikologis dan fisik untuk ikut dalam proses pembelajaran;
b. memberikan semangat belajar peserta didik secara kontekstual sesuai dengan manfaat dan penyampaian materi ajar dalam keseharian, yang dilakukan dengan memberikan contoh serta perbandingan lokal, nasional dan internasional;
c. memberikan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan pengetahuan sebelumnya sesuai dengan materi yang akan diajarkann.
d.Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kemampuan dasar yang ingin dicapai; dan e. Menyampaikan liputan materi
Dan penjelasan deskripsi kegiatan berdasarkan silabus.
2. Komponen demo/inti.
Pada bagian ini, guru menjelaskan/mendeskripsikan materi
Harus belajar, memberikan contoh yang relevan dan memberikan kesempatan
Mendemonstrasikan kemampuan siswa dalam praktek. Beberapa strategi pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dapat dilihat pada komponen ini. Urutan kegiatan pembelajaran yang sering dilakukan pendidik adalah memberi gambaran (U), memberi contoh (C), kemudian melanjutkan praktik (L). Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, menggunakan model pembelajaran adaptif, metode pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar pada tahap kegiatan inti
Siswa dan mata pelajaran.
Pilih tema dan/atau Atau topik dan/atau sains dan/atau investigasi dan pengungkapan yang terintegrasi (Discover) dan/atau belajar menghasilkan karya berdasarkan.
Pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kemampuan dan tingkat pendidikan (Permendikbud No. 65 Tahun 2013:9).
3. Tutupi komponen. Pada saat yang sama, kegiatan pembelajaran terapan
Mengenai komponen ini adalah sebagai berikut.
1. Pengujian formatif. Tes formatif adalah serangkaian pertanyaan yang diajukan lisan atau tertulis atau dalam bentuk serangkaian tugas apa yang harus dilakukan
2. Umpan Balik. Umpan balik adalah aktivitas yang menginformasikan hasil
Tes atau penilaian yang dilakukan setelah siswa selesai Tes atau pekerjaan rumah.
3. Tindak lanjuti. Tindak lanjut adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta
Setelah siswa mengikuti tes formatif dan mendapatkan umpan balik.
F. Macam-Macam Strategi Pembelajaran
Jika melihat dari penyajiannya strategi pembelajaran terbagi 2 yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini memiliki sifat konseptual. Strategi atau model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam bentuk metode pembelajaran yang riil.
Metode pembejaran yang dapat dipilih dari konsep strategi pembelajaran yaitu 1. Ceramah
2. Diskusi kelompok
3. Demonstrasi
4. Simulasi
5. Pengalaman lapangan
6. Mind Mapping
7. Drama.dan lain-lain
Pada kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau metode pembelajaran terbagi menjadi 5, yaitu:
1. Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)
2. Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)
3. Metode/ strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah, peserta didik dimintai menganalisis masalah yang disajikan oleh pendidik)
4. Metode/Strategi Project Based Learning (PBL) (Pembelajaran Berbasis proyek, siswa dimintai membuat suatu proyek atau karya yang harus diselesaikan)
5. Metode/ Strategi Saintifik Learning (SL) ( Pembelajaran berbasis Ilmiah)
Referensi:
Nasution, Nur Wahyudin. (2017). "Strategi Pembelajaran". Medan: Perdana Publishing.
Komentar
Posting Komentar